Sabtu, 19 Mei 2012

Tangga berpilin nan basah di IPB




Tangga berpilin nan basah di IPB-Sebuah kunjungan kami ke FPIK IPB[]

“Di dalam setetes air, terdapat berjuta manfaat”. Itulah sebuah pesan singkat dari kakak-kakak perwakilan HEMISPER, ketika siswa-siswi SMAIT Insantama mengunjungi kampus FPIK IPB dalam rangka simulasi menjelang LKMA, Selasa 15/5 yang lalu.
Di kampus itu, kami mendengarkan kuliah umum tentang FPIK serta berbagai macam potensi-potensi laut Indonesia yang indah luar binasa aduhai banjeetts (sumpay, lebay). Bukan cuma indah, berdasarkan perhitungan dari para ahli, sebenarnya laut Indonesia itu bisa memberi kontribusi besar untuk APBN dan mensejahterakan masyarakt Indonesia. Swear, ga pake boong. But, sekarang pertanyaannya adalah, kenapa masih banyak masyarakat Indonesia yang miskin? Bahkan, para nelayannya juga ikutan miskin. Sebenarnya, apa yang terjadi dengan Indonesia?
Kalo jawaban khas Insantama-nya sih, mungkin ya, mungkin kira-kira, “Itu mah, karena sistemnya yang salah! Dengan sistem yang seperti ini, membuat pemerintah ga tegas buat ngurusin rakyat. Apalagi, kalo udah berurusan sama Tuannya, yaitu Amerika n konco-koncone. Beukh, Indonesia tuh dah kayak boneka, disuruh apa-apa nurut sama Tuannya, ga pake berontak! Kalo ikan, udah klepek-klepek kale. Termasuk dalam dunia kelautan, kekayaan alam Indonesia dikeruk cuman buat keuntungan Asing. Sisanya? Sebagian besar dikorupsi pejabat, sebagian kuueeecil cuman buat nelayan. Hmm.. kurang lengkap tuh derita…”
Yah, ga cuman diungkapin tentang potensi dan fakta-fakta tentang laut Indonesia beserta suka dukanya, tapi kita juga disajiin fakta-fakta tentang krisis air dunia. Kita diajak buat peduli terhadap sesama, salah satunya dengan menghemat penggunaan air. Karena, di luar sana masih buaaanyak yang kekurangan air. Cuman buat mandi aje susahnya na’udzubillah…
So, tibalah acara persentasi dari teman-teman (teman?) kami tentang LKMA(Latihan Kepemimpinan dan Manajemen tingkat Akhir) ke Malaysia. Merupakan saudara Akmal yang berkoar-koar dengan Bahasa Arabnya yang faseeeh abiis dan saudari Latifah dengan Englishnya yang belibet kayak kabel. Pokoke, mantablah! Sampe-sampe, kakak-kakak dari HEMISPER bilang, baru ngeliat persentasi anak SMA make dua bahasa gitu. Ckckck… (halah, lebay).
Abis persentasi dan Ishoma, kita dibagi menjadi 6 kelompok, n diajak pusing-pusing keliling kampus FPIK IPB, ditemenin sama kak Dede, Presiden HIMASUPERINDO dan kak.. yang satu lagi tuh.. (lupa namanya, pokoknya gituulah). Beuh, nih kampus bener-bener guedhi, padahal baru satu fakultas. Saking gedenya, buat orang yang ga tau jalan dan pertama kali dateng, mungkin bakalan bingung, bahkan terseset. Weleh-weleh… Kalo ngeliat tangganya, udah kayak ngebayangin tangga asrama Hogwarts yang ribet menjulang ke atas (hmm.. imajinasi tingkat tinggi.. aseek). Namanya juga pusing-pusing, mulai dari perpustakaan, tempat penelitian makhluk-makhluk laut, tempat pengawetan, tempat alat-alat penelitian, kolam, kamar mandi, sampe kantin pun kita datengin. (ujung-ujungnya mah jajaan). Nah, di sinilah menurut saya momen yang, bisa dikatakan suatu momen penting. Soalnya, waktu kita lagi duduk-duduk di kantin, kak Dede bercerita tentang salah seorang Mahasiswa IPB yang berkekurangan, tapi amat sangat kaya dalam bermimpi. Mulai dari bisa kuliah, bisa jadi yang terbaik, sampe pergi ke Jepang juga dia impiin. Setiap impiannya, dia catet di kertas dan ditempel di tempat yang gampang keliatan. Setiap impiannya terwujud, ia coret satu per satu. Dan kenyataannya, dimulai dari bermimpi dan berusaha, setiap apa yang dia inginkan dapat tercapai. Bukankah Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya? So, jangan takut untuk bermimpi.. Yah, intinya kira-kira begitu…
Sesaat setelah kak Dede memberikan kata-kata peledak itu, beliau mendapatkan sms untuk kembali ke tempat pertama kali kita berkumpul. Ya sudahlah, mungkin, petualangan kita berakhir dulu sampai di sini. Setelah penyampaian kesan, pesan(termasuk oleh-oleh) dan foto-foto, kami segera pamit kepada tuan rumah. Yah, masa’ iya mau nginep…
Dan dari perjalanan pulang sampe keesokan harinya, anak-anak pada teparrr… pastinya, karena capek. Huehehe [Al_Fatih1453]


siswa ikhwan SMAIT Insantama di auditorium FPIK IPB

                                       siswi akhwat SMAIT Insantama di auditorium FPIK IPB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar